Diduga Curi HP Pekerja, Pria Dikejar dan Diamuk Massa di Proyek Sekolah Rakyat Kotim

R

Redaksi Borneonews

12 Agustus 2026 ยท 36 dibaca ยท 2 menit baca

Diduga Curi HP Pekerja, Pria Dikejar dan Diamuk Massa di Proyek Sekolah Rakyat Kotim

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi pengejaran bahkan terekam kamera dan videonya beredar di media sosial.

BORNEONEWS, Sampit – Seorang pria diduga mencuri handphone (HP) milik pekerja pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur (Kotim). Pria tersebut kemudian dikejar sejumlah pekerja hingga terjadi aksi amuk massa di sekitar kawasan proyek, Rabu, 12 Agustus 2026 sore.

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi pengejaran bahkan terekam kamera dan videonya beredar di media sosial.

"Jam 3 tadi kejadiannya, di luar sekolah, kemungkinan sesama mereka pekerja bangunan. Makanya kami dari pihak sekolah tidak berani ikut campur, karena itu di bawah manajemen pembangunan sekolah," kata Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim Nikkon Bhastari.

Dalam video yang beredar, puluhan orang terlihat mengejar seorang pria yang diduga terlibat pencurian HP. Sejumlah pekerja berupaya menangkap pria tersebut setelah mengetahui dugaan pencurian.

Nikkon menjelaskan, kehilangan HP di lingkungan proyek pembangunan tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelum pihak sekolah menempati bangunan tersebut, kejadian serupa juga pernah dilaporkan. Bahkan, setelah pihak sekolah mulai menggunakan lokasi itu, masih ada pekerja yang kehilangan HP.

Ia menyebut pria tersebut diduga sengaja dipancing agar keberadaannya diketahui. Setelah diduga tertangkap, para pekerja kemudian mengejarnya.

"Sepertinya dipancing itu, soalnya sudah berapa kali kejadiannya. Sebelum kami masuk dan saat kami baru masuk juga ada yang kehilangan HP. Saat ketahuan ada yang mencuri langsung dikejar dan diamuk oleh para tukang," ujarnya.

Nikkon memastikan pria yang diduga sebagai pelaku tidak masuk ke area sekolah yang digunakan untuk kegiatan siswa. Pengejaran berlangsung di luar batas kawasan sekolah dan pembangunan.

"Di luar area Sekolah Rakyat kejadiannya. Kan ada batas untuk proses pembangunannya. Mereka lari lewat samping, enggak masuk batas pagar yang sudah ditetapkan," jelasnya.

Pihak sekolah langsung melakukan pengawasan setelah mengetahui adanya kerumunan di sekitar lokasi. Guru, wali asrama, wali asuh hingga petugas keamanan diminta memastikan siswa tidak mendekati tempat kejadian.

Langkah tersebut dilakukan karena jumlah siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim cukup banyak. Nikkon menyebut terdapat sekitar 300 siswa.

"Karena di sini muridnya lumayan banyak, 300. Tapi namanya anak-anak, penasaran juga. Makanya kami jaga agar para siswa tidak mendekat," katanya.

Hingga saat ini, Nikkon mengaku belum memperoleh informasi lengkap mengenai identitas pria yang diduga terlibat pencurian tersebut maupun kondisi setelah kejadian.

Pihak sekolah juga belum mengetahui secara pasti berapa jumlah HP yang diduga hilang dalam peristiwa tersebut. Termasuk apakah kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. (DEWI PATMALASARI/y)

Bagikan:f๐•W