Berjuang di Tengah Asap Pekat dan Lahan Gambut, Tim Gabungan Padamkan 1,29 Hektar Karhutla di Tumbang Nusa

R

Redaksi Borneonews

13 Agustus 2026 ยท 40 dibaca ยท 1 menit baca

Berjuang di Tengah Asap Pekat dan Lahan Gambut, Tim Gabungan Padamkan 1,29 Hektar Karhutla di Tumbang Nusa

Di lokasi, kobaran api berkembang di lahan yang ditumbuhi semak belukar, pakis, ilalang, purun danau, serta berbagai pepohonan kondisi yang memudahkan api menjalar dengan cepat.

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perjuangan petugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) di Kalimantan Tengah kembali diuji. Di kawasan Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, tepatnya di lokasi kanal Tanjung Pusaka yang tembus ke Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya - Banjarmasin, petugas terus berjibaku memadamkan api yang muncul kembali sebagai tindak lanjut kebakaran sebelumnya.

Di lokasi, kobaran api berkembang di lahan yang ditumbuhi semak belukar, pakis, ilalang, purun danau, serta berbagai pepohonan kondisi yang memudahkan api menjalar dengan cepat.

Medan berupa lahan gambut dalam menambah kesulitan, sementara asap yang sangat pekat membuat jarak pandang petugas menjadi terbatas. Namun tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat tim yang bertugas.

Penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Tim Pemadaman Darat, TNI, Polri, KPH Kahayan Hilir, serta didukung operasi pengeboman air dari udara yang disalurkan BNPB.

Strategi yang diterapkan mencakup tiga langkah utama: memadamkan api langsung, membatasi penjalaran, serta melakukan pendinginan menyeluruh agar bara tidak kembali menyala.

Sebagai sumber air, petugas memanfaatkan parit yang ada di sekitar lokasi. Hasilnya, tercatat sekitar 1,29 hektare area berhasil dipadamkan secara menyeluruh.

Proses pendinginan dan pemantauan tetap dilanjutkan mengingat karakteristik lahan gambut yang dapat menyimpan bara dalam waktu lama.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Agustan Saining, menyampaikan bahwa respons cepat dan kerja sama antar-pihak menjadi kunci utama penanganan, sesuai arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

“Petugas harus terus bergerak cepat ketika ditemukan kebakaran. Yang terpenting adalah mencegah api meluas dan memastikan kondisi benar-benar aman setelah pemadaman,” ujarnya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Agustan juga mengapresiasi pengorbanan seluruh personel yang bertugas di bawah cuaca panas, asap pekat, dan medan berat. Ia mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika melihat titik api atau asap.

“Setiap langkah petugas memadamkan api adalah upaya menjaga udara tetap bersih, lingkungan tetap aman, dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ungkapnya. (PATHUR/H)

Bagikan:f๐•W