BORNEONEWS, Nanga Bulik – Tim SAR Gabungan menemukan pemancing yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bulik, Kabupaten Lamandau, dalam kondisi meninggal dunia pada Senin, 10 Agustus 2026 pagi.
Korban yang merupakan warga asal Pasuruan, Jawa Timur, ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal dirinya dilaporkan tenggelam. Koordinator Lapangan Basarnas, Mahdi, mengatakan pencarian hari kedua dilakukan dengan menyisir area yang telah ditentukan menggunakan perahu karet.
"Tim mulai melakukan penyisiran sejak pukul 07.00 WIB dengan menggunakan perahu karet di sekitar lokasi kejadian," kata Mahdi.
Sebelumnya, Sarundap dilaporkan tenggelam pada Minggu, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, korban sedang memancing di tepi Sungai Bulik bersama rekannya sebelum terpeleset dan jatuh ke sungai.
"Korban terpeleset saat sedang memancing bersama rekannya dan kemudian tenggelam. Setelah pencarian awal oleh keluarga dan warga belum membuahkan hasil, kejadian tersebut dilaporkan kepada Pos SAR Pangkalan Bun," jelasnya.
Memasuki hari kedua, pencarian kembali dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang melibatkan Pos SAR Pangkalan Bun, Polres Lamandau, BPBD Kabupaten Lamandau, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.
"Pada pukul 09.50 WIB, korban ditemukan sekitar 50 meter dari posisi awal tenggelam. Korban muncul ke permukaan setelah Tim SAR Gabungan melakukan manuver menggunakan perahu karet," ungkap Mahdi.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Lamandau untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Setelah korban ditemukan, jenazah langsung kami evakuasi menuju RSUD Lamandau untuk proses selanjutnya," ujarnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, membenarkan korban telah ditemukan dalam operasi pencarian hari kedua tersebut.
"Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah terlibat dalam pencarian," pungkasnya.(NATALIA KRISTIN/y)



