BORNEONEWS, Palangka Raya - Mahasiswa KKN-T Literasi Periode I Universitas Palangka Raya (UPR) Kelompok 19 menghadirkan inovasi Rocket Stove atau insinerator minim asap di Desa Gumpa, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur. Program tersebut ditujukan sebagai solusi pengelolaan sampah di wilayah yang hingga kini belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ketua KKN-T Literasi Kelompok 19, Dhany Setya Handary, mengatakan pembangunan Rocket Stove merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus ramah lingkungan.
"Kami berharap ke depan setiap RT di Desa Gumpa, bahkan di seluruh wilayah Kecamatan Dusun Timur, dapat memiliki Rocket Stove sebagai solusi pengelolaan sampah. Mengingat Kecamatan Dusun Timur belum memiliki TPA, inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang bermanfaat sekaligus menginspirasi masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan lebih bertanggung jawab," ujar Dhany dalam rilisnya pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Rocket Stove bekerja dengan sistem pembakaran yang lebih efisien sehingga menghasilkan panas tinggi dengan asap yang lebih minim dibandingkan pembakaran terbuka. Mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sebelum dibakar agar penggunaannya tetap aman dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan Dhany Setya Handary dari Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Ainur Rohim dari Teknik Sipil, serta Ahmad Mujadin dari Program Studi Kehutanan Universitas Palangka Raya.
Melalui program ini, mahasiswa berharap Rocket Stove dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Barito Timur sebagai solusi atas keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (TESTI PRISCILLA/H)



