BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebakaran melanda kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu dini hari 12 Agustus 2026.
Api pertama kali terlihat berkobar besar sekitar pukul 02.34 WIB di bangunan yang berada di sisi kanan Aula Jayang Tingang, gedung yang terpampang papan nama Sekretariat Tim Teknis Pengendalian Inflasi Daerah atau Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah.
Aldrianus (22), warga yang kebetulan melintas di lokasi, menceritakan saat kejadian ia sedang berada di depan Bank Kalteng untuk membeli makanan. Tak lama kemudian, ia melihat cahaya kemerahan yang semakin membesar dari arah kawasan kantor Gubernur.
“Tadi setelah bayar makanan, saya langsung ke lokasi, tepat saya lihat api sudah sangat besar, pemadam kebakaran juga sudah mulai berdatangan. Pokoknya api sangat besar, mas,” ungkapnya menceritakan apa yang dilihatnya.
Peristiwa kebakaran ini menarik perhatian luas masyarakat Palangka Raya, mengingat lokasinya berada tepat di pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Tengah. Asap tebal dan kobaran api yang tinggi terlihat dari jarak cukup jauh, membuat warga sekitar khawatir dan berkumpul di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Palangka Raya, Afrianto, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 02.30 WIB dan segera meluncurkan tim ke lokasi untuk melakukan pemadaman bersama para relawan.
Hingga pukul 04.30 WIB, petugas pemadam dari instansi pemerintah maupun pihak swasta masih terus berjibaku melakukan proses pendinginan secara menyeluruh.
“Untuk kerugian dan penyebab kebakaran masih dalam pengecekan dan pendataan terlebih, saat ini masih dalam tahap proses pendinginan,” jelasnya.
Saat ini proses pendinginan dan pemantauan titik api masih terus dilakukan tim gabungan guna memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran serta pendataan kerugian materiil akan dilakukan usai pendinginan. (PATHUR/j)



