Cari Ikan di Sungai Bulik, Dua Karyawan Tenggelam

R

Redaksi Borneonews

10 Agustus 2026 ยท 6 dibaca ยท 2 menit baca

Cari Ikan di Sungai Bulik, Dua Karyawan Tenggelam

Dua karyawan PT NAL tenggelam saat mencari ikan dan kijing di Sungai Bulik, Lamandau. Satu korban ditemukan meninggal, sementara satu lainnya masih dicari.

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Dua karyawan perusahaan dilaporkan tenggelam saat mencari ikan dan kijing bersama keluarganya di Sungai Bulik, Desa Nanga Pamelontian, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Minggu, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Kedua korban, merupakan warga Pasuruan, Jawa Timur, dan masih memiliki hubungan keluarga. Mereka adalah Sarundap (42) dan Suhariyoto (60), yang sama-sama bekerja di PT NAL.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan adanya laporan dua orang tenggelam di wilayah tersebut. Informasi kejadian diterima BPBD dari security PT NAL dan Camat Bulik.

"Informasi orang tenggelam kami terima dari security PT NAL dan Camat Bulik," kata Hendikel, Senin, 10 Agustus 2026.

Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lamandau langsung berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan pencarian. Sebelum tim gabungan tiba, warga setempat bersama keluarga korban juga telah melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

"Tim langsung melakukan koordinasi dengan Basarnas untuk pencarian korban. Warga juga sudah lebih dulu membantu mencari," ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Nanga Pamelontian, Marjoni, mengatakan kedua korban datang ke Sungai Bulik bersama keluarga, termasuk istri dan anak, untuk mencari ikan dan kijing.

"Saat itu kondisi sungai sedang surut. Korban bersama keluarganya beraktivitas di sekitar sungai sebelum keduanya tiba-tiba tenggelam," jelas Marjoni.

Keluarga korban kemudian meminta bantuan ke desa setelah upaya pertolongan di lokasi tidak berhasil. Warga yang mendapat informasi langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar titik kejadian.

"Warga langsung melakukan pencarian setelah keluarga korban datang ke desa meminta pertolongan," kata Marjoni.

Dalam pencarian tersebut, warga berhasil menemukan Suhariyoto dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Sarundap belum ditemukan hingga pencarian dihentikan sementara pada Minggu malam.

Hendikel menjelaskan, pencarian terhadap Sarundap terpaksa dihentikan karena kondisi mulai gelap dan mempertimbangkan keselamatan tim di lapangan.

"Pencarian dihentikan sementara karena hari sudah gelap dan akan dilanjutkan besok pagi," jelasnya.

Pencarian Sarundap kemudian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Senin pagi dengan melibatkan Tim SAR Gabungan, BPBD, aparat terkait, keluarga korban, dan masyarakat setempat.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di sungai, meskipun kondisi air terlihat tenang atau sedang surut. Kondisi kedalaman yang tidak merata, arus bawah, maupun dasar sungai yang sulit terlihat dapat membahayakan keselamatan.

Pencarian terhadap Sarundap selanjutnya dilakukan dengan memperluas penyisiran di sekitar lokasi korban dilaporkan tenggelam. (NATALIA KRISTIN/j)

Bagikan:f๐•W