BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur telah dikerahkan untuk mendukung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah.
Pengerahan personel tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla 2026 yang diikuti Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran secara daring, bertempat di Lobi Kantor Polda Kalimantan Tengah.
"Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, dunia usaha, hingga masyarakat." Seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Dalam rapat disampaikan bahwa fenomena El Nino berpotensi menyebabkan kondisi cuaca lebih kering hingga awal tahun 2027.
Oleh karena itu, penguatan Satgas Darat dan Satgas Udara, patroli, pemadaman, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla.
Pemerintah Provinsi Kalteng terus memperkuat kesiapsiagaan, sarana dan prasarana, serta koordinasi di lapangan guna mencegah meluasnya kebakaran.
Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat kolaborasi dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla. (HERMAWAN DP/R)



